My Life, Poetry

Aku Mati

Hidup itu seperti ban. Terkadang di atas, terkadang di bawah

Kadang senang, kadang sedih. Ada titik (ingin) menyerah, (te)tapi ada juga titik dimana semangat mengelora.

Entah, apa yang terjadi dengan ban milikku. Sekarang aku ada di titik sedih, lelah, dan menyerah. Aku tak punya tenaga lagi untuk mengayuh pedal supaya ban ini berjalan.

Fakta kalau aku masih berdiri saja sungguh menakjukkan. Entah apa, bagaimana, kupikir aku sudah mati.

Aku ingin kabur, ku ingin lari.

Aku ingin pergi ke suatu tempat dimana tidak ada yang mengenaliku, ku ingin ke tempat dimana aku bisa memulai hidupku dari 0 (nol) lagi. Ku ingin memencet tombol risetku.

Ada satu hal yang aneh, tapi pasti.

Aku tidak tau apa penyebab kesedihanku, kelelahanku, kegelisahanku.

Semuanya terjadi begitu saja.

Aku mati.

Puisi lama yang dibuat pada Selasa, 31 Mei 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s