My Life, Writting Challenge

5 places I Want to Visit – Writing Challenge #5

Sebenarnya tempat yang ingin saya dikunjungin itu ada banyak, entah itu  yang ada di dalam Indonesia maupun diluar Indonesia. Sejauh inipun jalan – jalan sekitar Indonesia masih di daerah Jakarta, Jogjakarta, Lombok, sama Sumbawa yang pasti. Saya ingin sekali setidaknya bisa keliling Indonesia, negara ini terlalu indah untuk dinikmati sendiri. Biarkan dunia tau, ingin sekali aku banggakan tempat – tempat yang indah, warganya (yang semoga masih) ramah – ramah.

Tapi saya tak akan berbohong, keinginan untuk berkunjung ke negara – negara di luar Indonesia juga sangat kuat. Melihat masyarakat dengan culture dan Bahasa yang berbeda, melihat gaya hidup, atau bahkan melihat gaya bagunan yang berbeda, atau sekedar berbagi perbedaan pola fikir yang kita miliki. Keinginan itu  sekuat keinginan untuk mengelilingi Indonesia. Namanya juga manusia.

Ini akan menjadi pilihan yang sulit, tapi saya akan mencoba memilih 5 tempat yang ingin saya kunjungi. Dan semoga saja saya bisa untuk mengunjunginya.

  1. Mecca & Medina

Dua kota yang berada di Arab Saudi, kota idaman semua muslim di dunia. Dua kota yang disana saya bisa menyempurnakan rukun islam saya. Kota tempat melaksanakan ibadah haji dan umrah. Ibadah yang selalu saya sisipan dalam doa saya, dalam sujud saya. Kota yang bahkan saya belum pernah menginjakan kaki, tapi membuat rindu yang mengebu – gebu, yang amat sangat sulit saya kendalikan.

Pernah saya membaca, itu adalah rumah Allah, hanya tamu Allah, yang Dia izinkan yang bisa datang. Mungkin usaha saya kurang kuat usahanya, sehingga Tuhan saya masih memberikan saya waktu untuk memohon dan berusaha lebih sungguh – sungguh. Tapi saya yakin, karena prasangka Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya, maka saya yakin, suatu saat nanti saya akan bisa menginjakan kaki saya. Melihat langsung dengan mata ini Ka’bah yang menjadi yang menjadi kiblat umat muslim saat sholat. Masuk ke dalam kota Madinah, kota peradaban islam, kota yang sejak awal sejarah islam sudah tergambar keramahannya.

Al – haram, dua kota suci yang bahkan saat hari kiamat kelak, Dajjal pun tidak akan bisa memasukinya. Dikarenakan malaikat – malaikat yang melindungi.

  1. Japan

Kembali lagi ke sisi manusia saya yang penuh dosa. Jepang merupakan salah satu negara yang amat sangat saya ingin kunjungi. Negara yang amat sangat disiplin, rapi, teratur, dan indah tentu saja. Negara yang ‘melek’ terhadap teknologi dan perkembangan zaman. Negara yang mengenalkan saya pada anime – anime , yang sudah menemani masa kecil saya menjadi lebih berwarna. Negara yang dimana (kelak) saya bisa menikmati cantiknya bunga sakura.

  1. South Korea

Sisi manusiawi saya yang lain, yang ternyata bertahan cukup lama. Saya suka korea thingy itu dari sekitar tahun 2009, dan ternyata 8 tahun berlalu saya masih belum move on. Terbius dengan drama, merembet ke musiknya, bahkan life style nya. Sehingga saya berfikir mungkin saya harus bermain – main ke negara ini. Melihat langsung apa yang saya lihat lewat drama – drama dan variety show yang mereka sajikan.

  1. Nangroe Aceh Darusalam

Kota di Indonesia yang memiliki julukan serabi mekkah, yang sejujurnya saya masih belum paham betul kenapa. Kota yang berada di ujung Indonesia, yang memiliki otoritas daerah sendiri. Salah satu kota spesial di Indonesia, saya harus kunjungi.

  1. Pulau Natuna

Pulau Natuna, salah satu pulau yang dulunya berada di Provinsi kepulauan Riau, sebelum akhirnya menjadi Kabupaten Natuna pada tahun 1999. Pulau Natuna merupakan pulau yang menyimpan banyak keindahan serta harta yang melimpah. Pulau yang memiliki 7 pulau ini pada tahun 1597 masuk dalam wilayah Kerajaan Pattani & Kerajaan Johor, Malaysia. Namun saat Indonesia merdeka, delegasi dari Riau ikut menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia. Yang kemudian pada 18 mei 1956 Indonesia resmi mendaftarkan kepulauan itu sebagai wilayahnya ke PBB.

Walaupun sudah secara resmi milik Indonesia, sempat ada kajian dari akademisi Malaysia, bahwa Natuna secara sah seharusnya milik negara tetangga Indonesia. Namun, untuk menghindari konflik lebih panjang setelah era konfrontasi pada 1962-1966, maka Malaysia tidak mengugat status Natuna. Telepas dari itu, pulau Natuna sendiri dihuni lebih dari 80% warga melayu.

Pulau yang perairannya memiliki banyak ‘harta’ yang mengundang nelayan nelayan china untuk berdatangan. Pulau yang direbutkan banyak pihak, alasan yang kuat kenapa saya harus mengunjugin pulau ini. Ini pastilah bukan pulau biasa.

Sebenarnya ada banyak tempat yang ingin kunjungi, tapi semakin dipikirkan malah mereka semakin menghilang dari otak ini. Efek lelah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s