My Life, Writting Challenge

Someone Who Inspires Me

Pasti semuanya setuju kalau inspirasi bisa datang dari mana aja. Entah itu benda hidup, benda mati, hewan, manusia, atau manusia manusia karangan yang ada di novel – novel atau film – film. Kalau menurut saya sendiri, inspirasi itu tergantung bagaimana orangnya. Seperti yang tadi saya katakan, inspirasi bisa datang dari mana saja, tergantung dari bagaimana cara orang tersebut melihat sesuatu. Paradigma, sudut pandang.

Kalau boleh jujur yah, saya tergolong orang yang mudah terinspirasi. Misal lagi down, lagi terpuruk terpuruknya gitu, tiba – tiba di kasih motivasi dikit, saya langsung semangat lagi. Ini indikasi labil apa gimana, entahlah. Karna ini juga, orang yang bisa dikatakan menginpirasi saya cukup banyak. Untuk saya mereka semua membuat hidup saya menjadi lebih baik setiap harinya.

Ini akan terdengar kaku atau nggak real, dibuat buat, atau bahkan sok suci dan lain sebagainya. Tapi seperti yang kita ketahui, sekolah pertama setiap anak itu ada rumah, keluarganya sendiri. Jadi bisa dibilang orang – orang yang menginpirasi saya untuk pertama kali itu yang orang tua. Dengan kerja keras mereka menghidupi 7 orang anak, berusaha sebaik mungkin untuk kita semua, berusaha mendidik dengan caranya. Berusaha memenuhi semua kebutuhan kita, memandirikan kita, mencari pendidikan yang terbaik buat anak – anaknya. Makanya kalau  lagi males – malesnya kuliah, males sholat, males ibadah, itu langsung inget umi abi. kalau misal dirasa nggak bisa jadi alasan umi abi masuk syurga, saya nggak akan pernah sudi jadi alasan umi abi masuk neraka (Nauzubillah bin zalik). Mereka berdua bisa dikatakan inspirasi pertama saya, sekolah pertama saya.

Melihat sedikit lebih jauh, itu adalah saudara – saudara saya. Kehidupan mereka yang bagaikan drama drama dengan konflik yang tak pernah berhenti, dengan cobaan yang berbeda beda, dan dengan caranya pula dalam menghadapi cobaan tersebut membuat saya terkagum kagum. Membuat saya berfikir, walaupun kita tinggal dalam satu atap yang sama, keluar dari satu rahim yang sama, bisakah saya sekuat dan sehebat mereka? Mungkin dimata orang – orang diluar sana, saudara saudara kandungku hanyalah manusia biasa. Tapi sebagai penonton langsung, atau mungkin pemain konflik langsung, saya dapat melihat yang orang lain tak lihat. Saya melihat sosok yang berbeda.

Dan saya harap, lebih tepatnya saya ingin, menjadi sosok yang juga dapat meng inspirasi bagi orang tua saya, bagi keluarga saya, bagi adik dan kakak saya. Saya ingin menjadi contoh yang baik. Walaupun saya akui, saya masih jauh dari garis itu. Banyak kekurangan di dalam diri ini. Tapi saya akan berusaha, setidaknya, tidak menjadi contoh yang buruk.


Ditulis dengan hati yang gundah gulana karena kangen kasur dikamar.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s